Monday, July 16, 2007

[s]etelah 3 tahun...

...mungkin cuma gw aja yang mengalami ini, setelah 3 tahun ngeblog kok rasanya jenuh banget... dulu hampir tiap hari posting, lama2 berkurang jadi seminggu sekali, sekarang lebih parah lagi, bisa sebulan sekali... bukan berarti gak ada bahan untuk dijadiin postingan, tapi karena awalnya ada beberapa kesulitan pas login ke blogger, ujung2nya apa yg mo ditulis jadinya ilang karena keburu ribet di awal... untuk insert image aja kok kayaknya sulit banget ya, kadang gagal dsb...
apa karena udah gabung di Multiply (MP), jadi ngebanding2in tingkat keunggulan MP dibanding Blogger?
...flashback ke belakang... beruntung banget gw bisa gabung & menjadi salah satu blogger, bukan cuma dapet temen di dunia maya, sekaligus dari Blogger juga gw dapet temen yang menjadi temen nyata, dari rajinnya upload gambar di blog gw yang lain juga beberapa kali ada temen yang minat kerja bareng ma gw...
mengingat kenyataan seperti diatas kayaknya sayang banget mo nutup blog ini, tapi secara udah gak kepegang lagi & saat ini banyakan aktif di MP yang gw banget jadinya bingung...ini blog musti diapain...? mo ditutup sayang... gak ditutup malah terlunta2... kasian jg beberapa temen complain secara gak ada postingan yang up2date lagi... heu3...
...untuk sementara gw aktif di MP dulu (secara banyak album foto yang bisa gw upload disana), toh blog yang satu ini gak bakalan busuk jg kalo gw tinggal2... kalo ada beberapa postingan -yg menurut gw menarik- insya Allah... gw share dari MP ke Blog ini...

akhirul kalam... kalo kangen ma gw langsung aja klik ini aja...!!!
salam
-dQ-

Labels:

@ 8:08 AM |

Monday, April 02, 2007

[k]ini BERLALU

sehangat kasih
membawa khayalku
saat kita jauh
harapan cinta hangat bersatu...

pernah kurasa indah tatapanmu
kala cinta kita
tulus dalam senyum rasa bahagia...

biarlah semua berlalu
kutanggalkan rasa rindu
tenggelam dalam kehampaan
cintaku kini semu
sirnalah sudah kini berlalu...

***

...beruntung gabung di milis 80an, terutama 'kenal baik' dengan oom ghia, bisa nanya info & -yg lebih penting- bisa request lagu lama (yg gak yakin bisa dapetin albumnya di pasaran)
makasih oom ghi... lagu "kini berlalu" dari spirit band ini sooooo.. meaningful buatku, ibaratnya saat denger lagu ini aku lagi masang koneksi ke masa lalu dan tergambar jelas layar hitam putih yang mengulang banyak kejadian beberapa tahun lalu...

makasih jg buat pakdhe-Q, Ipan & smua sohib2 80s yg selalu hadir saat conference...

80s emang never dies...
*pasang bibir memble, tp yg keluar malah tampang kece...* heu3...

@ 8:38 AM |

Tuesday, March 20, 2007

[..........]

...sejauh ini sedikit pun aku tak menyesali apa yang telah terjadi, tapi saat menaiki anak tangga selanjutnya aku terhenyak mendapati ruang yang lengang tak tersentuh oleh apa pun, terasa kosong dan datar tanpa lukisan senja menempel di salah satu dindingnya. aku membawa serta senyumnya yang sengaja kulindungi dengan bingkai tembaga, bukan senyummu melainkan senyum miliknya, ia memang singgah sementara seperti malaikat yang hanya sesekali turun ke bumi demi menyampaikan amanat, tak mungkin kubandingkan denganmu...
mengingatmu adalah keresahan dan siksa batin tapi mengenangnya adalah potongan-potongan gambar bergerak dalam lantunan orkestra yang menggema di setiap sudut ruang, sebentuk kesenangan yang hampir sempurna...

saat ini ingin sekali aku mengesampingkan banyak hal dan berlama-lama mengingat kebersamaan yang hanya sesaat itu, bukan sekedar mengisi senyap, tapi memang hati lah yang menuntut itu...
seseorang tak kan pernah tahu apa yang diinginkan hati, tapi seseorang pastinya tahu apa yang akan dilakukan demi menuruti kata hati...
sementara biarkan aku menjelma manjadi jendela bagi ruang hatiku saat ini, tak perlu mengiba atau berpura-pura tegar mengepalkan tangan berusaha untuk melupakan salah satu episode dimana kita membangun istana pasir dan runtuh begitu saja sesaat setelah ombak datang, karena ia pun sempat berharap agar segala sesuatunya tidak seperti gundukan pasir yang berbentuk istana saja, melainkan bangunan yang lebih bertahan meski itu tidak untuk selamanya...
jujur -pada awalnya- aku pun berharap sama dan itu yang membuatku tersesat...

...kau datang dengan sederhana
satu bintang di langit kelam
sinarmu rimba pesona
dan ku tahu tlah tersesat...

ku kejar kau tak kan bertepi
menggapaimu tak kan bersambut
sendiri membendung rasa ini
sementara kau membeku
khayalku terbuai jauh
pelita kecilmu mengalir pelan
dan aku terbenam...
[satu bintang di langit kelam, dewi 'dee' lestari]

dee... aku terpana dan mengira-ngira apakah kau dapat membaca hatiku dan menuliskan di lembar lagumu?

...dan di ruang hati ini aku tersudut, berharap lantunan tadi dapat meninabobokan jasadku hinga mengurai dengkuran keras dan mulai melupakan segalanya, ataukah ku harus menggelitik malam? dengan begitu mungkin pekat mengisyaratkan tawa hingga dapat mengelabui hatiku, tapi sedikit pun tak pernah berhasil ku lakukan itu dan aku makin tersesat di labirin hatiku sendiri...

@ 2:34 PM |

Thursday, March 01, 2007

[a]ku pernah...

...aku pernah membiarkan seseorang dalam penantian... melumpuhkan sebagian asanya dan membiarkannya terapung dalam ketidakpastian, tapi semua kulakukan atas dasar kesadaran bukan ego semata... hanya saja waktu melesat begitu cepat, ia pergi -mungkin dengan jemari meremas hati- tanpa memberi kesempatan untukku dapat menjelaskan semua... [pertengahan musim, tiga tahun yang lalu]

...aku pernah mengagumi seseorang... dan waktu sangat berbaik hati memberikan kesempatan untuk kami dapat memberi arti bagi kehidupan masing-masing, hingga suatu saat aku tak menyadari bahwa beberapa yang kulakukan terlalu berlebihan, bagiku... aku berbicara dengan hati, tapi baginya aku tak dapat melihat kenyataan atas jalinan ini, aku kecewa dan kami memilih arah berbeda saat itu juga, sayang... waktu berbaik hati hanya sesaat saja, tapi aku bersyukur, walau bagaimana pun...
aku tak penah mengawali...
tidak juga mengakhiri...
apalagi menyesali...

...di lain waktu... aku pernah merindukan seseorang lebih dari apapun, memilikinya ibarat pengejawantahan impian masa kecilku ; menjejakkan kaki pada putihnya awan di angkasa maha luas yg bagiku dulu seperti adukan es krim atau gulungan kembang gula, dimana aku bisa berlarian... berloncatan... sambil sesekali meraupnya untuk dijejalkan ke mulutku dan itu rasanya manis, semanis saat kami sama-sama menyatakan kepedulian... dan disaat kami melewati waktu hanya berdua saja rasanya impian itu terulang lagi, aku dan semua organ yang ada di dalam tubuhku meruah berloncatan ke udara mengulangi mimpi itu... lagi dan lagi... tapi nyata-nyata ini bukan mimpi...
aku mengagumi kemandiriannya, kekayaan hatinya dan begitu dinamis hidupnya sehingga aku kadang lupa untuk sedetik saja berhenti mengingatnya, lupa untuk berhenti menanyakan kabarnya detik ini dan lupa untuk sejenak saja berhenti menyatakan sayang karena aku memang menyayangi segalanya, bukan hanya segala yg kukagumi, tapi sekaligus aku menyayangi apa yang kubenci darinya ; keras kepalaku yang ada padanya, amarah dan egonya... dan saat aku bisa meredam emosinya... rasanya mimpi itu terulang lagi... aku senang...
akhir tahun... pohon cemara menjulang di tengah ruang, lampu berkelap-kelip seolah menari di sekelilingnya dan kami menyadari bahwa hubungan kami tak kan pergi kemana-mana, ia teguh akan keyakinannya, begitupun aku kukuh akan keyakinanku, walaupun egoku mengatakan bahwa ia harus tetap disini dan ini bukan alasan untuk pergi, tapi ia ingin melanjutkan hidupnya demi masa depan...
esok hari di pagi beku aku dibangunkan oleh pesan singkat bahwa atas dasar keyakinan, hubungan kami sudah selayaknya diakhiri dan itu membuat awan-awanku berubah menjadi ladang lumpur dan aku terkoyak di dalamnya tak bisa menepi...
awal tahun... masih tersisa segala tentangnya, kupu-kupu jingga yang sengaja kucuri dari dinding kamar mandinya, harum tubuhnya... dan suaranya masih terngiang jelas mengingatkan aku akan mimpi masa kecilku lagi...
aku tergolek di stasiun hatimu, mendengar kau memanggilku lagi... dan itu nyata, aku menghampirimu lagi, melepaskan kerinduan berdua...
tapi bukan masa depan yang kudapat, ia hanya ingin mengulang masa lalu dan setelah itu kembali ia melanjutkan hidup tanpa aku... aku kecewa... kejadian ini bukan hanya sekali, tapi berkali-kali, bodohnya aku karena sangat menyayanginya dan sulit untuk meninggalkannya, sedangkan ia dengan mudah meninggalkanku dan aku kembali kecewa, mungkin ini pertanda aku harus berusaha berhenti mengharapkannya lagi...

fooled me with the tears in your eyes...
covered me with kisses and lies...
so goodbye...
but please don't take my heart...
[kissing a fool_george michael]

...di tengah usaha yang bagiku adalah 'perjuangan' itu seseorang menghampiri dan memberikan segenap perhatiannya... takjub akan perhatiannya itu separuh hatiku melayang menghampirinya...
"semudah inikah aku jatuh cinta?"
tapi aku mengingkari karena bagiku ini bukan cinta melainkan rasa sayang sebagai tanda terima kasih atas perhatiannya yang membuatku sanggup menepi dan bangkit, lalu kan diartikan sebagai apa jika disaat-saat tertentu aku bermimpi dan merindukannya, tapi tak sanggup mengharapkannya? meskipun aku masih mengingkarinya hingga detik ini...

kala ku sendiri tiada yang menemani...
bayangmu menghiasi...
tak dapat kupejam mata...
kurasa rinduku dan hasratku ingin ku bersamamu...
kurasa rinduku dan hasratku tak ingin ku berlalu tanpamu...
[rinduku dan hasratku_eka deli]

...aku pernah menyayangi seseorang tanpa alasan, tanpa banyak pertimbangan dan yang lebih penting menyatakan cinta tanpa melihat kekurangannya dan ia pun melakukan hal yang sama, menerimaku apa adanya, cukup dan tidak berlebihan... tapi sepertnya ini hanya ungkapan yang sangat biasa disampaikan oleh pasangan yang baru saja menemukan cinta, seolah semuanya berputar pada rotasinya, sempurna tak kurang satu apa pun... tapi setelah terjalin sekian lama akankah setiap pasangan saling menerima kekurangan diri masing-masing? aku tidak... setelah menginjak tahun kedua aku mulai meninggalkan masa lalu, bagiku itu hanya bayang-bayang tak berwujud, setiap pribadi berkembang menurut kemampuannya mencari alasan... banyak sekali mauku yang tak bisa ia penuhi, dan wajar jika aku mencari kesempurnaan, meski tahu tak ada satu pribadi pun yang sempurna, tapi diusahakan agar dari hari ke hari semuanya dapat berjalan sesuai dengan niat hati dan belajar menyusun banyak langkah ke depan... ternyata bagiku cinta itu butuh alasan dan kata siapa cinta tlah cukup untuk cinta...???

cinta bukan hanya cinta saja...
sementara kau merasa cukup...
maaf ku jenuh padamu...
lama sudah kupendam tertahan di bibirku...
mauku tak menyakiti...
meski begitu indah ku masih tetap saja jenuh...
[jenuh_rio febrian]


...walau bagaimana pun, aku bersyukur atas segala yang pernah terjadi...
aku pernah bahagia bisa merasakan sebenar-benarnya cinta...
aku pernah merasa tersakiti karena kecewa atas sesuatu yang tidak kuinginkan terjadi...
tapi yang lebih penting...
aku pernah mewujudkan mimpi masa kecilku...

@ 11:43 PM |

Monday, February 19, 2007

[w]awancara exclusive TransTV *ehm..ehm..*

...pengennya hari ini gak masuk kerja, secara masih ngerasa pusing banget akibat peregangan saraf yang terlalu berlebihan kemaren, gmn gak berlebihan kalo seharian gak berhenti2 ketawa pdhal yang diketawain gak penting2 amat, tp justru dgn ngetawain sesuatu yang gak penting itulah yang keluar totaly ketawa gw yang paling aseli... aseli lho dari dalem sini..*smbari nunjuk dada bidang gw, huweks*

...ceritanya kemaren (180207) mo ngerayain cap go meh di kampung china kota wisata cibubur bareng bbrp blogger yang mengklaim dirinya sbg blogger narsis & ketimpringan (baca : pecicilan), tapi secara disana ramai pengunjung, menyebabkan kepanikan luar biasa dan menghasilkan sebuah asumsi bahwa :

1. kalo terlalu rame, dikhawatirkan ruang gerak terbatasi, gak bebas mengexplore diri tuk menemukan pose yg original (kecuali pose handalan kami yang tetap kami pertahankan sejak awal Januari 2007 yaitu berpura-pura menjadi kutu loncat)

2. kalo terlalu rame, bakalan banyak yg ngerasa terancam berkaitan dengan bobot tubuh, gak lucu kan kalo misalkan kami desak2an trus kejepit, trus gerah & keringetan, pas keluar dari himpitan baru nyadar kalo sepersekian prosen kalori terbuang begitu saja dengan percuma, mending kalo bentuknya gak berubah, kalo sampe gepeng ato gak beraturan, siapa yg mo tanggung jawab? sedangkan untuk menjaga kebohayan itu kan gak gampang...

3. kalo terlalu rame, bakalan banyak yg gak rela, secara (pd akhirnya) tujuan utama kami adalah cari posisi aman agar bisa terekspos di layar kaca dengan menampilkan sisi terbaik kami, secara kami bukan figuran ya gak mungkin rela lah klo nongol di tv sekedarnya apalagi rame2 bareng pengunjung, dikira ngantri beras, gmn?

nah... atas dasar argumentasi itulah dengan suka hati kami pindah lokasi, rela kok.. *smbari nahan laper berjam-jam sampe berdaki*

setelah melintasi perjalanan yang hampir merayap tibalah kami di sebuah resto bernuansa sunda, iring2an blogger lebih mirip barisan ibu2 pengajian yg mo latihan qosidahan ketimbang narasumber TransTV.. (siapa sih yg mimpin? *ngelirik anggun ke arah suz desan*) berasa jd org penting banget makan aja pake acara disyuting, wah..jgn gitu dunk mas.. kan gak konsen makannya.. *sembari nyelipin lembaran cebanan ke kameraman* disuruh ngobrol seadanya malah nyetel muka jaim, apalagi pas sesi wawancara (yg dikabarkan rekamannya rusak secara yg diwawancara anca bukan gw, hihi..) rencananya pake latar blogger yg lg bersenda gurau selepas maksi, tp yang ada malah sibuk bedandan, jepit bulu mata pake jepitan kepiting lah, ngintip cermin imut warna kuning lah & yg lebih parah malah bergerombol pasang best pose biar muat di digicam (baca:photo closeup rame2) apa jadinya ya rekaman itu nantinya??? jadi curigation.. jgn2 kabar ttg rusaknya rekaman itu bukan karena rusak secara teknis, tp secara isinya banyakan nampilin kenarsisan generasi penerus bangsa, apa yg mo diharapkan dari generasi semacam ini? *smbari ngelus2 jenggot* heu3...
tp pose waktu pura2 jadi kutu loncat di parkiran itu seru banget deh, ada yg mirip kutu loncat beneran lho!!! *memandang sayu ke arah jha2 yg skrg punya pipi indie barens bersemu jambon*
diem2.. crew TransTV, terutama si mbak yuhyi itu spicles abis ngliat habitat kutu loncat ketimpringan yang mirip belatung keju ini... kok bisa2nya dari jagat maya ke alam nyata pada ngumpul???

ternyata siksaan batin buat crew TransTV itu belom berakhir.. secara mereka masih memerlukan peran aktif kami dalam pengambilan gambar bergerak kami sebagai sekelompok blogger yg diceritakan menjadi sahabat dlm kehidupan nyata...*nyodorin mic ke depan lalu teriak : semuanya.. kita bernyanyi untuk sahabat...*
di lantai 3 gedung TransTV itu, selain syuting di depan monitor dgn berpura2 conference melalui YM, masih ada wawancara exclusive mengenai existensi blogger dlm kehidupan perkantoran bersama jeng muti (akronim dari Mutiara Nauli Pohan a.k.a Uli) tentunya... kalo gak ada fasilitas internet gratisan dari kantor gak mungkin lah kami ngeblog secara total kayak gini, dengan ngeblog selain sebagai ajang expresi diri, juga sebagai sarana bagaimana mencari jodoh secara online... sementara yg di belakang teteup heboh ketimpringan sendiri, apalagi tuh.. tuh... (err... gak tega nyebutin... cuma ngebayangin aja kalo titisan nyi roro kidul seneng banget nemu topi sarmento & bergaya ala 80an nyari perhatian kameramen tuh... jadul banget deh lo...)
masih ada sesuatu yg exclusive lagi... jari gw yang lentik & kukunya terawat menyerupai kelopak mawar ini disorot lama banget.. duh duh.. jadi degdegan...

gmn ya jadinya penampakan 'kopi darat' kami di acara yg katanya dipandu oleh salah satu ustadz & dikemas dalam nuansa islami di 'jelang sore'?
pastinya ustadz beserta seluruh penikmat acara ini tak henti2nya memanjatkan doa & ber-istigfar...

penampakan beserta poling celaan bisa diliat di multiply tetangga

@ 9:17 AM |

Wednesday, February 14, 2007

[b]alas DENDAAAAMMM....

...hmph.. secara wiken kmaren ketinggalan moment [foto2 & nyanyi2] bareng blogaholicetimpringan & ngerasa terhunus, tersinggung plus sakit hati banget gak kebagian 1 lagu pun di nav berkaitan pemberitaan lokasinya rada telat alhasil jalanan menuju fatmawati keburu merayap..

...kemaren [minggu malem 110207] setelah nyari Wifone gw ma temen gw yang gak punya friendster tp punya blog yg gak terawat dgn tittle [naik2 ke puncak gunung] ini langsung ngibrit ke salah satu tempat hiburan yg konon gak sengaja ditemukannya bbrp waktu lalu...
dia bilang "ternyata di deket rumah gw ada juga lho karaoke room"
"ah yang boneng???" tanya gw *rada antusias tapi sedikit meragukan biarpun yg keluar malah mimik melecehkan* secara ya pinggiran Jakarta gituloh.. signal hp aja kadang ngibrit entah kemana, pdhal kan secara prediksi kawasan itu bakalan jadi segitiga bermuda, haiks...segitiga emas kedua maksut gw..

...nah malem itu selain sebagai event balas dendam tentunya gw perlu pambuktian dr omongan tmn gw itu, dari Cibubur Junction perjalanan skitar 15 menit sampe lokasi, dari interior & lightingnya gak jauh mirip lah dgn nav, tapi auranya kok bener2 beda ya..? perasaan gw gak enak nih!!! *tora mode on*

...setelah registrasi gw dianter menuju salah satu room, hmm.. lumayan kurang rapi kalo dibanding nav (gw pake perbandingan nav, secara kalo gw bandingin dgn inul vista yg sophisticated itu bakalan vulgar & anonoh banget maki2 gw nantinya) masuk small room yang dilengkapi dengan layar gede & bbrp perangkat sound system yg lumayan, rada tenang lah hatikyu... balas dendam gw bisa terlampiaskan dengan meriah kayaknya... tapi kok gak ada perangkat database lagunya? euleuh.. euleuh.. kumaha iyeu teh??? yg ada cuma remote & seonggok buku tebel... ini teh kamus??? halah... ternyata kumpulan kode & judul lagu *gubraks* jadi inget bbrp waktu lalu Anca sempat nanyain buku lagu waktu tadarusan di inuls plangi, jadi yg lo maksyut buku ini ca??? hari ginniiih??? *melirik anca melalui sudut mata dgn nista*
males deh musti nyari kode lagu, gak bisa search langsung by tittle atopun penyanyi... belom lagi remote yg rada2 seret, entah sensor systemnya yg dudul apa batre remotenya yg sekarat, yang jelas bukan usernya yg lemot..

...dibuka dengan 'i will fly' ten2five (secara pas gw buka buku lagu yang printoutnya manual & pake effect blur itu, kode lagu i will fly itu kliatan lebih eyes catching & simple dibanding kode lagu yg lain) di tengah terengah-engahnya vokal gw menyanyikan lagu itu datenglah salah satu room boy dengan kostum item putih bawa asbak & naro di tengah meja, rada canggung nanya kesiapan show yang udah terlanjur berlangsung setengah lagu & dengan wajah yg disetel 'gak berdosa' dia nanya...

"apakah perlu pemandu?"

gw ma yadi (walah kesebut nama lo di...) belom ngeh dgn maksud pertanyaan itu...

"pemandunya cewek mas..." room boy itu menambahkan..

@#$%^*gubraks*

langsung gw jawab.. "nggak... nggak mas.. udah lancar kok" (maksudnya lancar ngoprasiin remote yg lemot itu)

room boy pun kecewa & berlalu...

yadi masih bengong, sedangkan gw berupaya nyadarin yadi dari keterpanaan...

"wah... gelo euy.. ternyata bukan sembarang karaoke niy"

(pernah tersiar berita undercover kalo bbrp karaoke room menyajikan pemandu yang bukan sekedar pemandu, namanya jg karaoke yang bukan sekedar karaoke & kalo bukan karena balas dendam mana mungkin sayah yang alim ini mau masuk ke karaoke room yg tak bernama)
selama show berlangsung berasa beban banget, bukannya fun tapi malah mikiran yang enggak2... coba ya gw mau ditawarin, kan seru tuh buat maen kucing2an.. ato kuda2an... hiiiighh... *bergidik*

...ditutup dgn vokal manis gw bawain 'my way' berakhir pula siksaan lahir-batin itu... gmn gak ngerasa tersiksa kalo parfum di ruang itu lebih mirip bau2an klenik.. masih enakan bau larutan pembersih kloset kali... tp ngapain jg gw bertahan selama 1 jam disana ya? jawabannya cuma satu... secara 'ogah rugi' gitulooch...

"ampun... gw gak mau2 lagi deh masuk situ, udah baunya aneh... search lagunya aneh... musiknya format midi mirip2 hape non pholiponic... pelayanannya jg aneh... semua serba aneh... untung gw gak kebawa aneh ;-)"

selama perjalanan pulang... hening yang tercipta, serasa lepas dari satu ancaman... (eh bukan ancaman dink tepatnya godaan) untung terpatri di hati kami bahwa prostitusi itu sangat layak dicoba tapi tidak dalam waktu & tempat spt itu... ;-p

dan...
beberapa jarak dari tempat itu...
saat hening karena terjamah sesal yang mengisyaratkan sisa-sisa bisu...
sebuah bangunan persegi seolah menghipnotis kami...
lampu kelap kelip...
anjing kecil...
seolah rindu akan sesuatu...
dan kami sama-sama berseru...
"yaaakh... disini ada happy puppies..."

@ 2:47 PM |

Tuesday, January 23, 2007

[d]ramaQUEEN dulu..

...sesaat setelah semua keyakinan berada pada posisinya yang tepat, sebuah keputusan terucap begitu saja...

"kita berhenti sampai disini..."

sungguh berat tapi aku lega mengutarakannya meski beberapa hal tak terselesaikan dengan bijak, aku tahu... karena segala sesuatunya -demi kelangsungan jalinan ini- hanya aku yang menentukan, sedangkan kau hanya mengikuti kemana arah kutuju, sedikitpun tak pernah kau bertanya mengapa kita melewati jalan ini... kau hanya akan menjawab jika aku bertanya, tak pernah kau bertanya atau menyanggah, padahal sering kali aku meminta kerena kau pun berhak mengutarakan pendapatmu...

...aku hanya menyesali mengapa harus menunggu sesuatu terjadi sebagai alasan untuk memutuskan semua ini, meskipun masing-masing dari kita tahu bahwa hubungan ini terasa sulit dan sangat tidak adil.. keinginan yang selama ini kuharapkan darimu tak pernah kau usahakan sebagai penyambung usia hubungan ini dan akhirnya... keputusan itu terpaksa kuutarakan, sebagai bukti bahwa aku tak pernah main-main agar kau mewujudkan harapanku untuk menjadi seseorang seperti yang kuinginkan...
dan...

...langkah ini terasa semakin ringan untuk berjalan kemanapun ku mau tanpa kau harus mengikutiku lagi... karena di persimpangan yang baru saja kita lewati tadi, kita memilih arah yang berbeda...

"do'a dan harapan tetap mengiringimu di setiap jejak yang kau lalui"

epilogue : ternyata... untuk melanjutkan atau menghentikan sebuah hubungan itu tak semudah saat memulai sebuah hubungan...

@ 2:20 PM |