Saturday, February 26, 2005


[y]akinlah aku ini lelaki kecil setiamu... jika ingin kau kembali, kembalilah... aku tak pergi kemana-mana... Posted by Hello

@ 3:57 PM |

Friday, February 25, 2005

[k]au tahu saat kuharus mengitari hampa?
bingung...
marah...
kangen...
semua larut didalamnya
mestinya kau jawab saja saat ku bertanya,
hanya menjawab 'iya' apa susahnya?
aku ingin kembali memelukmu lagi...
aku hanya ingin kita memiliki rasa itu lagi...
tapi saat kuberbisik pada hatimu
hanya awan yang menghalangi terbitnya mentari...
tidakkah hatimu punya telinga?
aku kasak kusuk sendiri...
kembali aku harus terpaku lagi...
menikmati angkuh niagara hatimu,
hanyut bersama gemuruhmu,
tak sanggup ku berlari darimu...

@ 11:04 AM |

Thursday, February 24, 2005


[k]eep in touch... Posted by Hello

@ 2:45 PM |

Wednesday, February 23, 2005

[k]eep in TOUCH with REALITY

...kemarin seorang sahabat dari Jogja menyampaikan beberapa pesan setelah mendapati hatiku mengiba dan sempat kugaris bawahi...

"seharusnya kamu berfikir secara realitas"

ada benarnya persuasi itu...
teringat juga beberapa hari lalu, sebuah perbincangan hangat tercipta...

"keep in touch with reality"

intinya seperti itu...
ada benarnya lagi... pastinya selama ini aku terlalu mengahambakan diri dengan segala inginku yang jauh dari kenyataan... terlalu bermimpi mendapatkan sesuatu tanpa mengkaji kedalaman mimpi itu... terbang terlalu tinggi hingga saat ku harus jatuh, terasa sakit sekali...

"tapi ini hidup....."

hanya itu permbelaan yang begitu saja terlintas...
jika diartikan lebih lanjut lagi dalam terjemahan maki-maki, mungkin seperti ini...

"tahu apa tentang hidupku?"

tapi tak mungkin aku ungkapkan itu walau masih terapung hendak kemana arahnya, bosan mengikuti arus yang begitu-begitu saja tapi tak sanggup juga ku melawan... tidak juga menyerah...
teringat lagi satu kalimat dari sahabat lama... lamaaa sekali...

"melihatmu... seperti aku melihat panorama saat ku berada dalam mobil dibalik kaca yang terbalut oleh hujan... terlalu samar untuk melihat indahmu, jangan terlalu memikirkan sesuatu hingga kamu terkungkung pada masalah itu..."

mencerna kalimatnya buatku memutar otak... perlu beberapa kali lumatan agar terpisah sari dan ampasnya...
hhmmm... perjuanganku bukan kali ini saja, sudah sejak dulu aku berusaha menyiasati hidup, memilah yang baik dan buruk dengan kedua tanganku, meyusuri lorong-lorong sendiri tanpa ditemani siapa-siapa dan tetap berusaha menemukan jalan-jalan berlampu... dan disaat kuharus menemui kegelapan, sendiri pula aku harus bertahan dan berusaha lolos dari gulitanya...
bagiku perjuangan membutuhkan banyak lentera, dan salah satunya pesan-pesan dari mereka yang cukup peduli adalah ilmu yang bersinar dan bertambah satu-satu sebagai referensi hidup yang harus kuyakini...
"keep in touch with reality... he... lucu juga!!!"

[thanx to sahabat An, Dn & Dln... atas masukannya, aku belajar banyak dari kalian]

@ 3:11 PM |


[T]uhan...

tentunya Kau tahu apa yang kurasa...

tentunya Kau tahu rinduku untuk siapa...

aku selalu bahagia disampingnya

walau ku tahu restuMu takkan pernah ada

cukupkan bagi kami saat-saat bersama

waktuku hanya tinggal sedikit saja

maka izinkan aku bersamanya

setidaknya sebelum ia benar-benar berikrar...

terikat pada satu janji

dihadapanMu...

[pastinya aku kan berhenti berharap saat itu juga]

@ 3:01 PM |

Tuesday, February 22, 2005

[s]urga SESAAT #3

...stasiun hatimu memanggil namaku lagi...
aku hampiri membawa rasa berbaur :

getar rindu pertama yang kuyakini masih ada...
amarah tak dewasa yang hanya tinggal puing belaka...
keping memori usang yang lebih menyerupai cd bajakan...
dan tentunya ego yang menjadikan gairah tak seperti biasanya...

sudah lama sekali terakhir aku mendapati keras kepalamu dan maafku menjadi langit sore itu... tapi sosokmu tetap angkuh berdiri disitu, bersyukur masih terbentuk setengah lingkaran di bibirmu...
"aku rindu..." keluhku pada egoku
"yup... kerinduanmu mengalahkan segalanya, begitu juga maafmu, harusnya kamu coba bertahan..."
"aku ga bisa... "
"bertahanlah diam-diam, jangan sampai rindumu tahu..."
"ga sempat aku menguburnya dalam-dalam, terlalu indah memendamnya dan rinduku telah mencium gelagatnya, aku harus bertemu"
"tegarkan hatimu jika ternyata ia mengecewakanmu lagi, jangan nangis..."
"buat apa aku nangis? aku cukup bahagia bertemu dengannya lagi, toh ga bakalan terjadi apa-apa"
"ga mungkin... bukannya kamu tahu keras kepalanya seperti apa, bukankah kamu tahu panggilannya berakhir dimana..."
"sekadar mendaratkan kening di bibirnya, atau menghirup nafasnya, apa salahnya?"
"menelanjangi logikamu lagi... akankah kamu mau?"
"aku ga tahu harus memebelanya seperti apa, kita pastinya sama-sama kehilangan logika..."
"ga waras..., itu maumu juga kan? mauku ga serendah itu"
"kamu ngomong apa? bukanya kamu setia juga membelanya dengan hasrat menggebu?"
"ooo... itu dulu, sekarang tidak lagi... perhatikan dirimu baik-baik, kamu merana karena dia, kamu ga pernah merasa cukup untuk menyayanginya... sedangkan dia kadang kala... bangunlah... masih banyak kepedulian diluar sana"
"yup ada beberapa yang peduli... tapi rasaku tlah berbaur dengannya, ga mungkin kutinggalkan begitu saja"
"dia membodohimu... tapi kamu ga sadar itu..."
"dia menyayangiku... tapi kamu ga tahu itu...."
"dia hanya inginkan sex darimu..."
"apakah salah jika aku pun mau, hah...?"
"tapi dia jelas-jelas hanya ingin menciptakan surga sesaat, sedangkan kamu inginkan selamanya"
"karena aku peduli pada hatiku... ia menjembatani aku dengan masa laluku dan aku ga mungkin meninggalkan masa laluku begitu saja"
"tapi kamu hidup dimasa kini dan besok... masa depanmu tentunya lebih indah jika kamu mau menengoknya... lihatlah..."
"aku selalu mendapati jalan buntu jika harus melihat masa depanku, semuanya samar... ga ada kepercayaan yang layak kuyakini..."
"pastinya ada jika saja kamu mau mencari"
"aku menikmati saat seperti ini... lihat ia tidur sepulas bayi, manisnya..."
"ya... setelah mengalami klimaks"
"tapi ia tentram disampingku..."
"dan nafasnya masih beraroma syahwat, sebentar lagi ia kan memburumu lagi... sadarlah...!"
"mimpiku terlalu indah untuk diakhiri... dan aku sepenuhnya sadar, aku tidak dalam keadaan tidur"
"hhh... seorang bodoh yang kerjanya mimpiii... tiap hari"
"tapi saat ini benar-benar nyata kan? aku bisa menyetuh kulitnya lagi..."
"beberapa detik lagi ia putuskan tuk pergi..."
"ya... kita memang sama-sama kan pergi... saling meninggalkan satu sama lain...."
"dan pastinya suatu saat kan bertemu lagi? gitu?"
"ya... ga janji juga!!!"
"lalu kesepakatan kalian tuk benar-benar saling meninggalkan hanyalah lisan saja...?"
"yang ada hanya sebentuk pelanggaran tuk mengulang lagi kesepakatan yang sama..."
"hhh... orang gila..."

@ 12:10 PM |


[h]mmm lagi-lagi... saat yang tepat untuk nikmati "kissing a fool" lagi... Posted by Hello

@ 11:54 AM |

Sunday, February 20, 2005

[p]intaku pada SOSOK PRIBADI lama

"masak aku harus berpura-pura tegar lagi didepanmu..."
sepertinya sudah berkali-kali aku lakukan itu, kamu tahu kan aku selalu menyimpan
harapan lebih di bahumu? bukan saja malam ini, jauh-jauh hari sebelumnya, di
setiap malam yang pernah kita lalui bersama.
Kita bertemu lagi [entah kali ke berapa setelah berjanji untuk tak saling bertemu...]
hhh... melelahkan memang mengingkari satu harapan yang tak pernah terjawab,
sebuah lemparan dadu yang hasilnya tak pernah kita sepakati...
harusnya tak perlu kau sapa aku lagi, karena sudah cukup usahaku melupakanmu
tapi tiba-tiba sadarku berkobar lagi... sepertinya lenteramu memang tak kunjung
padam, dan sapamu adalah bahan bakar yang sempurna menghanguskan tegarku
selama ini...
aku rapuh...
masih menginginkanmu...
menitipkan lagi asa di langit hatimu
ataukah aku tak perlu lagi peduli pada setiap tanda-tanda yang kau kirimkan...?
kenyataannya aku selalu rapuh untuk tak cukup peduli terhadap sikapmu, aku masih
peduli meski harus berbalas cemas yang tak pernah kumengerti...
"maumu apa?"
cukup bahagia aku dengan rapuhku...
kembali aku harus berpura-pura tegar lagi
hanya karena memenuhi desakanmu...
jika jawabmu hanya ingin menyapa, kamu memang berhasil... dibarengi embel-embel maafmu yang entah untuk apa? beberapa prasangkamu lagi yang kamu pikir hanya sebagai lelucon, tapi bagiku adalah bisikan yang berusaha membangunkan emosi...
aku ingin menyudahimu detik ini juga, tapi pintaku selalu berkecamuk di dalamnya...
"aku masih menginginkanmu"
meski ku tahu tak pernah bisa kumiliki, setidaknya aku bisa meminjam sementara tuk
melepaskan rindu berjumpa lagi dengan sosok pribadi lama yang aku kagumi...
tidakkah kamu sadari itu?

@ 11:55 PM |

[b]eberapa hari yang lalu :
misscall... misscall... "maksudnya apa???"

[e]mpat hari yang lalu :
telephone siang bolong...
"hmmm... pasti ada maunya...lucifer..."
"bangunkan aku dari mimpiku... please..."
"tuh kan... kalo ada perlunya baru nelfon"
"suaramu masih empuk buat dijadiin bantal... anget banget, bisa juga dijadiin selimut, dingin-dingin begini"
"mimpi lagi... berharap lagi..."

[d]ua hari yang lalu :
telephone lagi...
"mending pulsamu masih banyak...?!!"
"ada... tar aku copiin"
"kangen lagi..."
"janji ketemuan...? hmmm... gimana ya?" ( ;-p pura-pura ga mau *jaga image)
"gimana ntar deeh..."

[k]emarin :
"harap-harap cemas..."
"he3... ternyata ga ada kabar"

[p]agi tadi :
telephone...
"tuh kan... pasti deh dadakan..."
"mau ga mau harus aku anterin..."
"ya udah aku ke tempat kamu..."

[b]eberapa jam yang lalu :
"aku cuma bawa ini aja..." (pura-pura mo langsung balik)
"kamu kurusan... ga makan berapa hari?"
"hmmm... matamu..."
"sebentar... bibir kamu kenapa?" (baca: kok senyummu makin bagus?)
"badan kamu anget..."
"kamu ngomong apa sih?"
"bukan untuk kembali?"
"ucapan terima kasih?"
"tuh kan... pasti setiap ketemu, akhirnya ga pernah fun"
"udah deh... ga usah ketemu lagi..." (*ga janji)
"i still want u babe..."

@ 11:37 PM |

Thursday, February 17, 2005

[h]mmm... ternyata kita memang ga perlu menjadi apa-apa?
sekedar teman baik... itu justru lebih baik...
seperti juga kamu...
aku ga mungkin lupain kamu...

@ 11:37 AM |

Saturday, February 12, 2005


[a]ku terjebak dalam labirinnya...  Posted by Hello

@ 1:25 PM |

[a]ku tahu tanyamu perlu JAWABAN

...aku penat… jadwal yang sengaja kuatur ternyata ga banyak membantu... belum lagi perasaan bersalah terhadap seorang pribadi yang pernah kusapa buatku makin merana, aku menginginkanmu tapi masih tersimpan sisa cinta yang lama… berat tuk melupakannya sedangkan kamu menginginkan aku tuk mengingatmu…
kita adalah tiga piranti jarum jam yang saling berkejaran, hanya bertemu setelah satu putaran waktu, itupun hanya satu detik, aku sebagai jarum penunjuk menit, sedangkan kamu aktif berputar sebagai jarum penunjuk detik… begitu banyak detak rindu yang kamu sampaikan, tapi aku ga tahu harus membalasnya dengan apa… masih mengharapkan pertemuan dengan jarum penunjuk jam yang hanya bisa diam, ga mau bergerak meski kusapa…
itulah dia…
tetap disana…
tersembunyi tanpa kata-kata…
tapi tetap ada…
ia diam saat aku menyapanya… begitu juga aku… diam saat kamu menyapaku… saling berkejaran entah untuk apa? untuk keraguanmu yang jadi prasangka ataukah untuk cinta? pastinya ga bakalan ada jika dipaksakan…
aku ingin mencintaimu…
….tentunya butuh waktu untuk itu…
aku ingin mencintaimu…
….tanpa perlu ragu itu memburu…
aku ingin mencintaimu…
….utuh dalam dekapan rindu…
kamu ingin aku jujur padamu kan? selayaknya memang kamu dapatkan itu…
“jujur aku menyayangimu”
berharap banyak bahumu memapahku, bersahaja melupakannya tanpa rasa sakit saat berlalu darinya… tapi sedikit pun ga ada peluang untukku berlari dari labirin yang telah ia ciptakan, aku terjebak…tertatih mencari-cari jalan untuk keluar dari jebakannya, tapi ini sulit… pastinya butuh waktu yang sangat lama… kadang aku hanya berdiam diri saja… menikmati kesendirian di dalamnya, karena ga ada kesempatan untukku berlari, semakin aku menyimak detak rindumu, makin aku terjebak didalam labirinnya… aku ga bisa kemana-mana…
aku tahu tanyamu perlu jawaban…
tapi aku ga tahu harus menjawab apa…
pastinya aku kan kecewa
jika jawabanku ga berkenan buatmu…
tapi sulit bagiku menghindari kesalahan…
saat ini…
aku hanya ingin diam…
sendiri saja…
apakah ini membuatmu kecewa?

(aku hanya ingin kamu mengerti, itu saja… “tiga keinginan yang saling berkejaran” )

@ 1:17 PM |


[s]ulit ku memulai lagi... Posted by Hello

@ 8:52 AM |

Friday, February 11, 2005

[a]ku ga pernah terlibat perjanjian dengan hatiku sendiri…
karena kutahu aku terlalu rapuh untuk itu…
jika saat ini aku inginkan pergi…
hanya saat inilah aku ingin pergi,
suatu saat…
jika hati meratap ingin kembali
tentunya aku kan kembali…

@ 1:58 PM |

Tuesday, February 08, 2005

[s]alah jika aku MENGOBARKANMU lagi

...lagi-lagi terjebak dalam kubangan memori beberapa waktu lalu, segalanya mengingatkanku lagi padamu, acara televisi, gerimis yang malas-malasan, wangi parfummu yang sekelibat melintas, bahkan motif sarung bantalmu yang berhasil kurekam sebagai referensi design...

kemarin sempat tertera namamu di layar ponsel yang melagukan nada dering pribadi... hhh.. cuma misscall... maksudnya apa? masihkah kau simpan nomorku ini? (aku sendiri ga yakin menghapuskan namamu di ponselku begitu saja) aku ga berani telephone balik karena ga bakalan sanggup medengarkan suaramu lagi, terlalu rapuh tuk itu... pastinya jantungku ga akan sanggup memacu, memburu kencangnya saat kudengar suaramu lagi, masihkah timbre suaramu nyaman kudengar seperti dulu?
terakhir kita berbincang tentang persuasi yang kuungkapkan... ternyata ga berkenan buatmu, kamu ingin pergi sedangkan kuingin kamu tetap disini... ego kita sama-sama lantang mempertahankan argumetasi... hingga akhirnya aku ga sanggup bertahan dan mencerna baik-baik dari setiap kata yang kamu paparkan... aku yakin semua demi kebaikan kita dan itu yang membuat keinginanku reda...
"sudahlah... relakan saja kamu pergi..."
tapi kenyataannya sulit tuk merelakan seseorang pergi begitu saja, memupuskanmu berarti membunuh sebagian asaku, sedangkan bumi saja merana saat mentari jatuh tenggelam, meski sinarnya ia titipkan melalui rembulan, hangatnya ga sampai ke bumi, bedanya bumi masih mempunyai harapan tuk bertemu lagi dengan mentari, mengahayati hangat kasihnya lagi, bercumbu dari pagi hingga sore hari dan saling berjanji kan bertemu esok pagi... sedangkan aku... sedikitpun ga punya harapan seperti itu, karena aku menghargai keinginanmu, kamu mau aku melupakanmu kan? aku sudah berusaha untuk itu, jangan kau sangsikan seberapa kuatnya usahaku berjuang melupakanmu, menghindari setiap mimpi bertemu denganmu lagi... mengalihkan pikiran dengan menyibukkan diri dan entah apa lagi...

tapi sinarmu masih ada disini...
menjejak hati...
redup sekali...
dan saat sesuatu mengingatkanku padamu lagi...
sinarmu berkobar hampir membakarku lagi...
angin yang menghempas bukannya memadamkan justru malah mengobarkanmu....
redup lagi....
berkobar lagi...
entah kapan kan mati?

@ 1:17 PM |

Saturday, February 05, 2005


[a]uramu melayang... hanya beberapa saat saja... dan itu yang membuatku makin gila... Posted by Hello

@ 1:05 PM |

[m]alaikat yang meminjam auramu, semalam mengitari lagi langit-langit kamarku... begitu juga kupu-kupu jingga yang sengaja kucuri dari kamar mandimu, ruhnya melayang diatas kepalaku... tersadar saat ia hinggap di hidungku... dan aku mengeluh...
"hhh... pastinya aku bermimpi lagi..., hanya bermimpi... "

@ 1:01 PM |

Friday, February 04, 2005


[n]o idea...  Posted by Hello

@ 10:08 AM |

Wednesday, February 02, 2005

[f]ur sahabat ANDRO di jokja...

Sahabat…
saat aurora meninggalkanmu
langit turut meratap menitikkan air matanya
begitu juga malam… seolah padam
tak sempat menyembunyikan lara di wajahnya
tapi…
waktu tetaplah waktu
selagi kau masih terbebani sedihmu,
ia melesat tak mau tahu
tidak juga menunggumu
Sudahlah…
tinggalkan saja bebanmu disini
aku bantu kau memapah tubuhmu
percayakan tanganmu meraih pundakku
tak perlu ragu,
jadikan aku penopang setiamu
mengajarimu terbang lagi
mengajarimu meraih cintamu lagi
SELAMAT ULANG TAHUN
hari ini hari jadi kelahiranmu
semoga menjadi hari lahir semangatmu yang baru
nyalakan pelitamu… terbangkan jiwamu
tentunya kau tahu…
masih banyak kejora yang menanti singgahmu.

@ 2:55 PM |