Tuesday, May 30, 2006
Tuhan...
aku tahu...
tak kan terjadi apa-apa
jika Kau tak inginkan
sebaliknya...
segala sesuatu mudah saja terjadi
atas kuasaMu
Tuhan...
kami tak sanggup memohon
apalagi membujuk
agar segalanya tak terjadi seperti saat ini
tapi kehendakMu adalah yang terbaik bagi kami
maka...
bantu kami untuk tidak berprasangka
melainkan ikhlas...
dan berbesar hari untuk dapat menerimanya
Tuhan...
kami tak pandai bersyukur atas segala pemberianMu...
tapi...
saat kami kehilangan apa yang pernah kami miliki
baru kami sadari betapa berartinya semua ini
yaa Tuhan... betapa berartinya...
bukan hanya orang-orang terdekat...
pemukiman...
bahkan peninggalan sejarah...
begitu saja berubah
sepersekian detik saat Kau putuskan untuk merubahnya
sedikit pun kami tak dapat mengelak
kekayaan bungkam tak sanggup menahan...
menyisakan puing-puing layaknya batu nisan
tinggallah hati kami....
satu-satunya kekayaan yang kami miliki saat ini...
Tuhan...
sekali lagi bantulah kami...
untuk tidak berprasangka...
Saturday, May 20, 2006
...dengan kelopak hijau yang kau tawarkan, pijakanmu seolah tak menapak bumi, hanya melayang beberapa jarak dari tanah... sedangkan ia angkuh menancapkan akar jauh di kedalaman bumi, sesekali kulihat ia memelukmu, bermain-main denganmu, coba meraih tapi terlanjur jiwa dan raganya tlah dimiliki...
ia menduakan kenyataan...
dan kau menyesali karena waktu terlambat mempertemukanmu dengannya
beberapa waktu lalu kau sempat berucap bahwa ia kan melepaskan kenyataan demi menjadikanmu bidadari, kenapa kau harus percaya dengan janjinya? pernahkah sekali saja terlintas bahwa suatu hari ia pun akan meninggalkanmu demi meraih malaikat?
sebelum semuanya terjadi, sebelum kau menjadi bidadari, berpalinglah darinya... kunci pintumu agar tak ada celah untuknya coba meraihmu lagi, anggap perjuanganmu dengannya adalah proses pendewasaan diri, agar kau semakin mengerti dan menghargai hidup, jangan kau simpan semua tangis dan tawa bersamanya sebagai kenangan, karena itu hanya akan memberatkanmu untuk bertahan...
wajar jika ini terasa sakit sekali... tapi kan lebih menyakitkan jika kau terus membiarkan diri dengan penantian yang kau sendiri tak yakin kapan kan berakhir, kau ragu akan pikiranmu bahwa kau tak kan pernah bisa melangkah tanpanya, dibutuhkan keyakinan penuh untuk bisa berlalu darinya...
yakinkan hati...
mulailah melangkah...
tinggalkan ia setapak dibelakangmu...
tidak terlalu sulit kan?
...di awal perjalanan mungkin saja sempat kau terjatuh, kembali mengingatnya lagi, serasa ingin menangis dalam peluknya hingga ia mengerti bahwa meninggalkannya adalah hal tersulit dalam hidupmu dan kau ingin kembali setia dengan penantianmu lagi, meski tahu ia pun kan setia membiarkanmu dalam kegamangan luar biasa... dalam hatimu kau tak ingin percaya dan mulai mengingkari bahwa tak mungkin ia seperti itu, tak mungkin ia membiarkanmu dalam kegamangan, tapi jika terus kau ingkari tentu saja kau kan lebur dalam kesalahan yang tak kau sadari, ironis memang... karena segala sesuatunya takkan pernah bersambut sekalipun kebahagiaanmu kau abaikan atas nama kesetiaan, kau takut ia tak bahagia dengan apa yg dimilikinya saat ini kan?
atas nama kebahagiaan yang layak kau nikmati, abaikanlah kesetiaanmu...
mulai melupakannya dan kuatkan hati untuk melangkah lagi, percayalah... dengan keyakinan pilihanmu untuk meninggalkannya, ia pun kan bahagia dengan hidupnya...
melangkah lagi...
beberapa langkah ke depan...
ia berdiri samar di belakang...
dan kau hampir berhasil asalkan kau yakin akan langkahmu
beberapa saat setelah semua berlalu, dan tak kau temui lagi ia di belakangmu, kau kan bangga dengan dirimu dan barulah kau sadari bahwa menantinya adalah sesuatu yang sebenarnya tak perlu...
...dan simaklah kelahiran cahaya hatimu lagi, di depan sana seseorang tlah menantimu...
ia menduakan kenyataan...
dan kau menyesali karena waktu terlambat mempertemukanmu dengannya
beberapa waktu lalu kau sempat berucap bahwa ia kan melepaskan kenyataan demi menjadikanmu bidadari, kenapa kau harus percaya dengan janjinya? pernahkah sekali saja terlintas bahwa suatu hari ia pun akan meninggalkanmu demi meraih malaikat?
sebelum semuanya terjadi, sebelum kau menjadi bidadari, berpalinglah darinya... kunci pintumu agar tak ada celah untuknya coba meraihmu lagi, anggap perjuanganmu dengannya adalah proses pendewasaan diri, agar kau semakin mengerti dan menghargai hidup, jangan kau simpan semua tangis dan tawa bersamanya sebagai kenangan, karena itu hanya akan memberatkanmu untuk bertahan...
wajar jika ini terasa sakit sekali... tapi kan lebih menyakitkan jika kau terus membiarkan diri dengan penantian yang kau sendiri tak yakin kapan kan berakhir, kau ragu akan pikiranmu bahwa kau tak kan pernah bisa melangkah tanpanya, dibutuhkan keyakinan penuh untuk bisa berlalu darinya...
yakinkan hati...
mulailah melangkah...
tinggalkan ia setapak dibelakangmu...
tidak terlalu sulit kan?
...di awal perjalanan mungkin saja sempat kau terjatuh, kembali mengingatnya lagi, serasa ingin menangis dalam peluknya hingga ia mengerti bahwa meninggalkannya adalah hal tersulit dalam hidupmu dan kau ingin kembali setia dengan penantianmu lagi, meski tahu ia pun kan setia membiarkanmu dalam kegamangan luar biasa... dalam hatimu kau tak ingin percaya dan mulai mengingkari bahwa tak mungkin ia seperti itu, tak mungkin ia membiarkanmu dalam kegamangan, tapi jika terus kau ingkari tentu saja kau kan lebur dalam kesalahan yang tak kau sadari, ironis memang... karena segala sesuatunya takkan pernah bersambut sekalipun kebahagiaanmu kau abaikan atas nama kesetiaan, kau takut ia tak bahagia dengan apa yg dimilikinya saat ini kan?
atas nama kebahagiaan yang layak kau nikmati, abaikanlah kesetiaanmu...
mulai melupakannya dan kuatkan hati untuk melangkah lagi, percayalah... dengan keyakinan pilihanmu untuk meninggalkannya, ia pun kan bahagia dengan hidupnya...
melangkah lagi...
beberapa langkah ke depan...
ia berdiri samar di belakang...
dan kau hampir berhasil asalkan kau yakin akan langkahmu
beberapa saat setelah semua berlalu, dan tak kau temui lagi ia di belakangmu, kau kan bangga dengan dirimu dan barulah kau sadari bahwa menantinya adalah sesuatu yang sebenarnya tak perlu...
...dan simaklah kelahiran cahaya hatimu lagi, di depan sana seseorang tlah menantimu...
Thursday, May 11, 2006

...heu3... ini bukan design batik terbaru gw, secara gw bikinnya jauh sebelom gw terjun menekuni batik, kalo judulnya mirip2 kama sutra..., ya sutra lah...
Monday, May 01, 2006
"...dan biarkanlah semua menjadi kenanganyang terukir di dalam hatiku...
meskipun perih namun tetap selalu ada
disini...iiii hiii..."
dulu... gw bertekad untuk nyimpen cerita ini sendiri, nista banget rasanya kalo ketauan khalayak ramai, masa iya pria semanis gw mempunyai masa lalu yang kelam... tapi ternyata beurat pisan euy...
pertengahan Juli tahun 2005... ulang tahun perusahaan yang ke-31, banyak banget keriaan disana-sini, umbul2 berkibar disana-sini, hiburan & makanan tersaji disana-sini (gw paling depan tentunya...) kegiatan amal seperti kunjungan ke panti-panti sosial jadi moment paling penting buat istri2 pimpinan, berasa miss universe banget dengan dandanan rambut tinggi mengembang mirip gulali & sasakannya yang besar itu bukan cuma satu tapi tiga sekaligus, diatas, depan & belakang ;-D giliran donor darah gak satupun dari mereka yg dateng, gw rasa gulalinya rontok terus disemutin, he3... (garing ah), beberapa kejuaraan olah raga pun dipertandingkan, handicap gw masih 28, stick golf gw masih Maruman jadul edisi baheula, tapi dengan kepercayaan diri yg gak berbatas sangat berbanding lurus dengan gak kehitungnya jumlah pukulan yang tertulis di score card, mostly 'double par' lha ya... he he.. *nyelepet Tiger Wood pake biji jengkol ;ngiri abis* tapi lumayan lah buat seorang amatir... apalagi dengan kondisi tubuh yang mengkhawatirkan setelah pengurangan sekian prosen jumlah darah dari tubuh gw, nyaris pingsan... belom lagi beberapa hari yang lalu pertandingan voli dengan sistim gugur baru dimulai, secara di kantor gw cuma beberapa glintir aja yang bertubuh ideal dengan kelincahan diluar kewajaran, so... gw (yang saat itu masih ranum, slim & pecicilan) jadi salah seorang pejuang tim voli dadakan idaman tanteu2 karyawati staff di kantor gw...
"ayo dQ... kamu bisssaaa..."
tunggu... cerita nista itu masih jauh didepan, kompetisi golf cuma sehari aja, gangguin panitia biar salah ngitung score bukan strategi tepat, pdhal ngarep banget dapet best nett ato juara lainnya sekaliiii aja, tapi kalopun gak dapet masih ada lucky draws buat oleh2 di kost2an, sedangkan voli gak nyangka bisa sejauh ini & tinggal 1 tim lagi yang harus digagahi *halah..* masih ada waktu buat nyiapain stamina balik fit lagi buat pertandingan terakhir memperebutkan juara 1, memperdalam teori, mengatur strategi, sparring partner, istirahat cukup, karaoke, spa *lho?*

pertandingan melawan Tim Security pun tiba, horor banget, body mereka cing... smash mereka, duh... duh... keteteran deh strategi yang udah tersusun, tanteu2 nyipain minuman aneka warna di samping lapangan, belom lagi teriakan2 jail berusaha menyamangati, herannya malah bikin ilang konsentrasi, hmmmph... mana bisa tanteu2 jadi pom2 girl? merinding gw ngebayanginnya... halah... fantasi gw makin melayang, konsentrasi ilang, beberapa kali smash gw gak akurat, lemah syahwat... bukan gw aja, nyaris 6 personil tim gw sekarat, duh... duh... gimana nih? sedangkan ini pertandingan terakhir untuk ngerebut juara 1, makin fokus gw untuk meraih posisi itu makin berat beban untuk bertanding... tapi untunglah keteranaran kami tetap terjaga meskipun -sangat disayangkan- akhirnya kami... KALLLAAAHHH...
beberapa hari kemudian ada pesta kecil2an dari panitia... biasa lah dalam rangka menggenapkan dana, sebesar apa pun itu tetap sisa yg secara adil & beradab harus bisa dinikmati bersama, bukan berarti kami melakukan tindak kriminal tapi ini salah satu tindakan demi tertibnya administrasi seperti yang dicanangkan pemerintah, betullll? sementara menurut gosip yang beredar, ibu2 berambut gulali mempersiapkan unexpected event berupa satu pertandingan persahabatan antara tim juara vs mystery guest sore ini, kami hanya diminta menghadiri peristiwa akbar itu di lapangan voli.
daaaannn... sore pun tiba, gw baru selesai ashar, pertandingan udah dimulai, rada males mo jalan ke lapangan tp kayaknya heboh banget secara reporter ngebut ngelaporin jalannya pertandingan, teriakan2 suporter lebih menggema -gak seperti biasanya- dibanding pertandingan2 kemarin, pas banget gw nyampe di lapangan, seorang pemain dari arah lapangan lawan teriak...
"aiiihhh... mau duonk mas yang berkacamata ityuuuu...."
...gw melongo...
"haaah... lawan mainnya bencong semua???"
untuk pertama kalinya dalam sejarah, gw mensyukuri kekalahan gw di pertandingan voli kemaren, secara gw gak perlu ngelawan tim yang jenis kelaminnya gak jelas & jadi bahan ketawaan di pertandingan bodor ini... aaiiiih...emangnya ikj cowok apaan? *melambaiy dot com*sementara gw masih 'terpana' dgn semua ini, salah satu petanding dari tim lawan -sembari main- pecicilan nunjuk2 gw & teriak...
"mas yg berkacamata ityuuu kayak dokterrrr dech... sluurrppp *ngiler*... ikj jadi semangat boooo...."
haiks, gw makin shock, temen2 sebangsanya ikutan ngelirik & gangguin gw, berasa mahluk terancam yg lemah & siap dimangsa, gw tersudut, pelan2 mundur, tp sia2 secara temen gw malah dorong2 gw sampe ke sisi lapangan, temen2 gw yang lain teriakin nama gw & the warrior (nama tim bentjes itu) latah teriakin nama gw juga, terutama itu ya yang namanya wati, vokal abbbiiiis...
doooh... segment gw kok jadi meluas gini ya...? pelan2 gw mundur, pindah ke sudut lapangan, tp pepatah bilang 'ada lekong ada pere' perempewi jadi2an itu nemu aja dimana lekong berada
hih.. emangnya gw pasang signal?
benernya gw masih mau nyimak pertandingan entertainment ini, secara permainan Tim Warrior gak kalah tekhnik dengan Tim Security kantor gw, tapi kalo gw berlama2 disini gak ada jaminan atas keselamatan diri gw & ngerinya malah memicu tindakan anarkis seperti pencorengan nama baik atau pemerkosaan, mending kalo merkosanya enak, hihi...
kebetulan mobil temen gw parkir deket lapangan, niatnya gw nonton aja dari jauh, so gw ngibrit ke mobilnya tapi sebelom berhasil masuk, dari arah lapangan terdengar teriakan...
"mas dQ... mau gak jadi suami ikj...???"
*gubraks*
...alhasil pertandingan itu dimenangkan oleh Tim Warrior secara Tim Security sengaja mengalah demi penghormatan terhadap kaum wanita, secara gw seleb makin harumlah nama gw di kantor, ampe skitar 2 bulanan gitu tiap gw lewat di ruangan lain ato sekedar jalan di sekitar kantin, kali itu juga orang2 cekikikan & nyapa gw "ada salam tuh dari wati" ;-p
[n]OTES : bagi teman2 yg minat bertanding
(cateut... ntar dikira gw marketingnya lageee.. ;-p) yahh... sudahlah...gak perlu dibahas lagi, biarkan kisah itu menjadi kenangan... hhh...

